RSS

Kamis, 29 Desember 2011

Ucapannya Seperti Amalnya

|Sabda Rasulullah saw : “Belum sempurna iman kalian, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” (Shahih Bukhari)|.


Ketika Imam Hasan Albashri sedang duduk bersama tamu-tamunya, datang salah seorang budak yang ingin meminta bantuan kepadanya. Budak tersebut berkata, “..wahai Imam Hasan Albashri, aku adalah seorang budak, dan aku memiliki majikan yang sangat jahat. Aku ingin agar di hari jumat yang akan datang engkau berkhutbah tentang keutamaan memerdekakan budak supaya aku dibebaskan dan tidak lagi menderita karena kejahatan majikanku.”

Ketika datang waktu jumat, Imam Hasan Albashri tidak berkhutbah tentang keutamaan memerdekakan budak, melainkan ia berkhutbah mengenai keutamaan memerdekakan budak di jumat berikutnya.


Mendengar tentang keutamaan dan pahala yang diberikan Allah bagi seorang majikan yang memerdekakan budaknya, si majikan akhirnya membebaskan budaknya tanpa sebuah imbalan.

Setelah budak itu dibebaskan, ia datang ke rumah Imam Hasan Albashri seraya berkata, “..aku datang ke sini bukan untuk berterima kasih kepadamu, akan tetapi aku ingin bertanya kepadamu. Mengapa engkau tidak berkhutbah tentang keutamaan memerdekakan budak di hari jumat yang telah aku tentukan, melainkan engkau berkhutbah di minggu setelahnya sehingga aku masih mengalami kejahatan dari majikanku?”

Imam Hasan Albashri kemudian menjawab, “..apakah kau mengetahui alasan apa yang membuatku mengakhirkan pembicaraan tentang keutamaan memerdekakan seorang budak?”

“..wallah wa Rasuluhu a`lam..” Jawab budak itu.

Kemudian Imam Hasan Albashri berkata, “..aku mengakhirkannya karena aku tidak memiliki budak yang dapat aku bebaskan, dan aku tidak memiliki uang untuk membeli budak yang dapat aku bebaskan. Beberapa saat setelah engkau datang, Allah Swt memberikanku kemudahan sehingga aku dapat memiliki seorang budak dan kemudian aku bebaskan. Baru setelah itu aku berani berkhutbah tentang pembebasan budak karena aku telah mengamalkannya terlebih dahulu sebelum aku berbicara.”

Sempurnanya Iman Seseorang

|Sabda Rasulullah saw : “Belum sempurna iman kalian, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” (Shahih Bukhari)|.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ ( صحيح البخاري )
Sabda Rasulullah saw : “Belum sempurna iman kalian, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah Maha Raja Tunggal dan Abadi, Pencipta alam semesta dari tiada dan menjadikan kerajaan langit dan bumi sebagai lambang keluhuran Ilahi, mengenalkan kita kepada keluhuran Allah. Semua yang dicipta Allah dari langit dan bumi, matahari dan bulan, siang dan malam, daratan dan lautan, hewan dan tumbuhan,tiadalah kesemua itu kecuali sebagai tanda keluhuran Allah, tanda keagungan Allah, yang mengenalkan kita kepada Dzat-Nya Yang Maha Luhur. Ketahuilah bahwa seluruh alam semesta ini berdzikir mengagungkan nama-Nya, mensucikan nama-Nya, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
( الحشر : 24 )
“ Apa yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada-Nya, dan Dialah Yang Mahaperkasa Maha bijaksana”. ( QS. Al Hasyr : 24 )
Sungguh Allah tidak membutuhkan pujian dan tidak pula butuh disucikan namun bagiku dan kalian yang banyak mensucikan nama Allah dan memuji Allah maka ia akan dibuat terpuji oleh Allah, disucikan dari dosa, disucikan dari hal-hal yang hina, dan dimuliakan hingga sampai kepada puncak-puncak keluhuran, itulah balasan bagi mereka yang memuji dan mensucikan Allah subhanahu wata’ala. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam hadits Qudsi riwAyat Shahih Muslim :
يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ مُحْرِمًا بَيْنَكُمْ فَلا تَظَّالَمُوا
“ Wahai hamba-hamba-Ku telah Kuharamkan perbuatan zhalim (jahat) kepada diri-Ku, dan telah Kuharamkan pula perbuatan zhalim diantara kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi”.
Semua manusia yang setiap butir selnya diciptakan oleh Allah dari tiada, yang siang dan malamnya selalu dalam bimbingan dan naungan anugerah Allah, didalam rahmat Allah diseru oleh Allah bahwa semua hamba dalam kegelapan dan kesalahan kecuali orang yang telah diberi hidayah (petunjuk) oleh Allah, maka mohonlah petunjuk kepada Allah.

Seseorang yang telah mendapatkan bimbingan keluhura namun ia terus meminta kepada Allah untuk ditunjukkan kepada jalan keluhuran, maka Allah akan memberinya petunjuk lagi ke jalan yang indah, sehingga ia terus terbimbing kepada hal yang semakin indah tiada berakhir. Oleh sebab itu kita diperintah oleh Allah dalam setiap rakaat untuk membaca surat Al Fatihah, yang mana dalam surat itu terdapat ayat :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
( الفاتحة : 6 )
“ Tunjukkan kami ke jalan yang lurus”. ( QS. Al Fatihah : 6 )
Meskipun kita telah diberi petunjuk ke jalan yang benar berupa Islam, namun kita terus meminta agar ditunjukkan ke jalan yang lurus, mengapa? karena kita selalu dalam godaan syaitan, selalu terjebak dalam kehinaan dan maksiat, maka terus meneruslah meminta kepada Allah agar Allah memberikan ampunan kepada kita, kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk menjauhi segala larangan-Nya dan mengerjakan hal-hal yang diperintah-Nya. Jika Allah tidak memberikan hal itu kepada kita, maka lemahlah kita dari taat kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi :
يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا الَّذِي أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيْعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ
“ Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian dalam kesalahan di siang dan malam, dan Aku lah Yang Maha Mengampuni semua dosa-dosa, maka mohonlah pengampunan kepada-Ku akan Kuampuni dosa-dosa kalian”
Sungguh indahnya Rabbul ‘alamin Yang menawarkan pengampunan kepada hamba-Nya yang berbuat salah. Allah Maha Mengetahui bahwa manusia adalah tempat kesalahan di siang dan malam, kecuali para nabi dan rasul yang ma’sum, jauh dari kesalahan dan Allah adalah Yang mengampuni dosa-dosa dan menerima taubat hamba-hamba-Nya. Jadi jika ada yang protes kalau ceramah saya, atau Ustadz Khairullah atau yang lainnya jika menyampaikan ceramah ada yang salah atau yang lainnya maka hal itu hal itu wajar, karena kami adalah manusia biasa bukan nabi atau rasul yang terbebas dari kesalahan. Maka jika bukan nabi atau rasul pastilah terdapat kesalahan. Kemudian Allah berfirman dalam hadits qudsi :
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُ فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُ ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ
“ Wahai hamba-hamba-Ku kalian semua dalam kelaparan kecuali yang telah Kuberi makan, maka mintalah makan kepada-Ku Aku akan member kalian makan, wahai para hamba-Ku, kalian semua tanpa pakaian ( telanjang ) kecuali orang yang telah Aku berikan pakaian kepadanya, maka mintalah pakaian kepada-Ku Aku akan member kalian pakaian”.
Tentunya makanan disini mempunyai makna yang dalam, bahwa makanan yang kita makan jika Allah tidak memberikan manafaatnya kepada kita maka makanan itu bisa menjadi racun atau penyakit bagi tubuh kita. Dan jika ketika akan memakan makanan tanpa mengucapkan basmalah, dan setelah selesai makan tidak mengucapkan hamdalah maka makanan itu akan menjadi racun bagi dirinya. Maka mintalah makanan kepada Allah, banyak orang-orang yang tidak beriman kepada Allah namun mereka tetap mendapatkan makanan dan bisa makan namun bisa jadi makanan yang mereka makan membawa bahaya atau penyakit baginya. Begitu pula mohonlah kepda Allah makanan rohani, banyak diantara kita yang siang dan malam lewat dalam kegembiraan, jika ia tidak diberi santapan rohani maka ia akan mersa dalam kesedihan walaupun sebenarnya dia dalam kegembiraan, dia akan melewati siang dan malamnya dalam keadaan sedih,susah, kesal dan gundah. Sebaliknya banyak orang yang dalam kesempitan, kesedihan dan musibah namun jika Allah memberikan kelapangan dalam hatinya maka ia akan lewati hari-harinya dengan sabar dan doa maka musibahnya akan segera disingkirkan oleh Allah dan digantikan dengan kenikmatan dan jika ia lewati kenikmatannya dengan bersyukur dan banyak berbuat baik maka Allah akan tumpahkan kenikmatan-Nya , merekalah orang-orang yang Allah berikan kepadanya santapan rohani. Dan Allah berfirman supaya hamba meminta pakaian kepada-Nya. Semua orang merasa bisa membeli pakaian, namun pakaian disini mempunyai makna yang sangat dalam yaitu pakaian yang menutupi aib-aib manusia, banyak orang yang memakai pakaian setebal-tebalnya namun aib-aibnya tetap terlihat. Allah subhanahu wata’ala Maha Mampu menutupi aib hamba-hamba-Nya, dan sebaik-baik pakaian adalah ketakwaan sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ
( الأعراف : 26 )
“ Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik”.( QS. Al A’raf : 26 )
Begitu pula dengan Pakaian ketakwaan itulah pakaian yang paling mulia dari pakaia n yang lainnya, tentunya pakaian yang lain juga kita pakai, namun jika kita menggunakan pakaian ketakwaan tentunya siang dan malam kita penuh dengan dosa dan kesalahan yang terus menumpuk dari hari ke hari, maka pakain ketakwaan itu adalah bekal kita untuk menghadap Allah subhanahu wata’ala. Maka mintalah kepada-Nya pakaian dan pakaian khusus adalah pakaian ketakwaan. Kemudian Allah berfirman dalam hadits qudsi :
إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوْا ضَرِّيْ فَتَضُرُّوْنِيْ، وَلَنْ تَبْلُغُوْا نَفْعِيْ فَتَنْفَعُوْنِيْ
Sungguh sebaik-baik semua tidak akan bisa memberi manfaat atau berguna untuk Allah. Semua manusia berbuat baik maka hal itu tidak akan membawa manfaat bagi Allah subhanahu wata’ala. Allah Maha melimpahkan manfaat, Allah tidak butuh sesuatu apapun dari kita. Begitu pula jika semua manusia berbuat kemungkaran maka hal itu tidak akan bisa membuat Allah rugi. Kita bisa merugikan orang lain namun tidak bisa membuat Allah rugi atau beruntung. Dan firman Allah dalam hadits qudsi :
يَا عِبَادِي ، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ مِنْكُمْ لَمْ يَزِدْ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا . يَا عِبَادِي ، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ ، وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ ، كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ مِنْكُمْ لَمْ يَنْقُصْ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا
“ Wahai hamba-Ku, jika semua golongan manusia dan jin dari golongan pertama hingga terakhir berbuat baik dengan hati yang paling bertakwa sekalipun hal itu tidak akan menambah sedikit pun kerajaan-Ku. Whai hamba-hamba-Ku jika seluruh jin dan manusia dari golongan pertama dan terkahir berbuat jahat maka hal itu tidak pula mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun”
Maksudnya, bahwa Allah tidak butuh sesuatu kepada kita namun kita yang selalu butuh kepada Allah dalam setiap waktu dan saat, kita selalu membutuhkan bantuan Allah karena jika Allah tidak membantu kita, saat ini kita tenang-tenang saja mungkin saja ada seribu makhluk yang sedang berniat jahat kepada kita, mungkin ada sihir yang sedang dikirim kepada kita, atau ada fitnah yang sedang dilontarkan kepada kita, atau mungkin ada rencana jahat untuk mencelakakan kita tanpa kita ketahui, namun hal itu tersingkirkan karena kekuatan Allah yang melindunginya. Allah Maha Tau setiap getaran hati hamba-Nya, niat-niat hamba-Nya. Misalnya ada yang hadir di majelis ini barangkali dengan niat mencopet, sehingga pencopet pun membawa jadwal maulid yang akhirnya setiap majelis ada yang kehilangan handphone atau yang lainnya, yang hadir maulid semakin ramai dan copetnya pun semakin ramai. Allah Maha Tau tentang hal itu, mengetahui niat dalam hati kita. Ada yang hadir dengan niat copet dan ikut desak-desakan dengan orang yang mau bersalaman namun bukan untuk bersalaman tapi untuk mengambil dompet atau handphone, maka waspadalah dalam hal ini jangan sampai kebobolan. Namun ingat Allah subhanahu wata’ala Maha Luhur dan Maha Melihat perbuatan hamba-hamba-Nya. Firman Allah dalam hadits qudsi :
يَا عِبَادِي ، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ ، وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمُ اجْتَمَعُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ ، فَسَأَلُونِي ، فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مِنْكُمْ مَا سَأَلَ لَمْ يَنْقُصْ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْبَحْرُ أَنْ يَغْمِسَ فِيهِ الْمِخْيَطُ غَمْسَةً وَاحِدَةً
“ Wahai hamba-hamba-Ku, jika manusia dan jin dari yang pertama hingga yang terakhir berkumpul dalam satu tempat yang luas, kemudian meminta kepada-Ku kemudian aku berikan kepada semua yang meminta apa yang mereka minta, maka hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun kecuali seperti sehelai benang yang dicelupkan ke dalam lautan sekali celupan”
Seluruh hajat hamba tiada artinya di hadapan Allah, jika Allah berikan semua hajat itu maka hal itu tidak akan mengurangi kerajaan Allah sedikitpun. Berbeda halnya jika kita memberikan sesuatu yang kita miliki maka sesuatu itu akan berkurang dari kita. Namun Allah pencipta segala sesuatu, jika Allah berkehendak untuk menciptakan sesuatu maka akan tercipta. Sebagaimana firman-Nya :
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
( يس : 82 )
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “jadilah!”, maka jadilah sesuatu itu”. (QS. Yasiin : 82 )
Kemudian Allah berfirman dalam hadits qudsi :
يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أَحْفَظُهَا عَلَيْكُمْ ، فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا ، فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُوْمَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ
“ Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya hal itu adalah amal-amal kalian, maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan (surga), maka hendaknya ia memuji Allah, dan jika ia mendapatkan selain itu ( neraka) maka jangan salahkan yang lain kecuali dirinya sendiri”
Maksudnya jika kita mendapatkan surga maka kita hendaknya memuji Allah, karena setiap pahala kita dikalikan 10 hingga 100 kali lipat dan banyak dosa-dosa yang dihapus Allah. Namun jika dengan hal itu masih tetap mendapat neraka, padahal dalam setiap shalat ada penghapusan dosa, dalam istighfar ada penghapusan dosa, membaca dzikir ada penghapusan dosa, hadir di majelis dzikir ada penghapusan dosa dan semua perbuatan baik diberi pahala dan penghapusan dosa, tetapi masih masuk neraka juga, maka jangan salahkan selain dirinya sendiri.
Saudara saudariku yang kumuliakan
Sampailah kita pada hadits yang kita baca tadi, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Shahih Al Bukhari :

لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“ Tidak sempurna iman salah seorang diantara kalian sampai aku lebih dicintainya dari orang tuanya, anaknya dan semua manusia”
Maka belum sempurna iman seseorang sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dicintainya lebih dari semua orang. Nabiyullah Ibrahim AS ketika diberi ujian oleh Allah subhanahu wata’ala untuk menyembelih anaknya, mana yang lebih ia cintai, Allah subhanahu wata’ala atau anaknya?!, maka nabi Ibrahim pun menjalankan perintah Allah, namun sebelum ia menyembelih nabi Ismail, Allah subhanahu wata’ala memerintah malaikat Jibril untuk menahan tangan nabi Ibrahim kemudian menggantikan sembelihannya dengan seekor domba. Allah ingin menguji sampai dimana keimanan dan kecintaan nabi Ibrahim kepada Allah, maka dikatakan oleh Rasulullah bahwa ummat ini harus lebih mencintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari semua manusia. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani berkata dalam kitab Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa iman mempunyai tingkatan, dan semakin seseorang cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka semakin sempurna imannya dan di saat itulah ia mencapai tangga kesempurnaan iman, dan terus mencintai Rasulullah. Al Imam Ibn Hajar menyampaikan riwayat sayyidina Umar yang berkata : “wahai rasulullah aku lebih mencintaimu dari seluruh manusia kecuali diriku sendiri”, maka Rasulullah bersabda : “belum sempurna wahai Umar, kecuali aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri”, kemudian sayyidina Umar bin Khatthab berkata : “wahai Rasulullah, sekarang aku lebih mencintai dirimu dari semua manusia bahkan dari diriku sendiri”, maka Rasulullah menjawab : “sekarang wahai Umar”, barulah sayyidina Umar masuk ke dalam gerbang kesempurnaan iman, demikian terus menuju tangga-tangga iman yang lebih sempurna lagi, demikian pula murid-murid sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang lainnya. Dan kita jangan berputus asa, teruslah berusaha dengan kemampuan kita untuk meniti tangga-tangga kesempurnaan iman itu dengan mencintai sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentunya setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeda, namun teruslah berusaha dan tidak berputus asa untuk menuju kesempurnaan iman dengan lebih mencintai Rasulullah dari semua manusia bahkan dari dirinya sendiri. Dan harus kita fahami bahwa perayaan maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam atau syiar-syiar diadakan adalah agar kita semua semakin mencintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.


Sumber: Habib Munzir Almusawa
Dikutip dari:majelisrasulullah.org

Pemahaman Tawasul

Memang banyak pemahaman saudara-saudara kita muslimin yang perlu diluruskan tentang tawassul, tawassul adalah berdoa kepada Allah dengan perantara amal shalih, orang shalih, malaikat, atau orang-orang mukmin. Tawassul merupakan hal yang sunnah, dan tak pernah ditentang oleh Rasul saw, tak pula oleh Ijma Sahabat radhiyallahuanhum, tak pula oleh Tabiin, dan bahkan para Ulama dan Imam-Imam besar Muhadditsin, mereka berdoa tanpa perantara atau dengan perantara, dan tak ada yang menentangnya, apalagi mengharamkannya, atau bahkan memusyrikkan orang yang mengamalkannya.
Pengingkaran hanya muncul pada abad ke 19-20 ini, dengan munculnya sekte sesat yang memusyrikkan orang-orang yang bertawassul, padahal Tawassul adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits shahih dibawah ini : Wahai Allah, Demi orang-orang yang berdoa kepada Mu, demi orang-orang yang bersemangat menuju (keridhoan) Mu, dan Demi langkah-langkahku ini kepada (keridhoan) Mu, maka aku tak keluar dengan niat berbuat jahat, dan tidak pula berniat membuat kerusuhan, tak pula keluarku ini karena Riya atau sumah.. hingga akhir hadits. (HR Imam Ahmad, Imam Ibn Khuzaimah, Imam Abu Naiem, Imam Baihaqy, Imam Thabrani, Imam Ibn Sunni, Imam Ibn Majah dengan sanad Shahih). Hadits ini kemudian hingga kini digunakan oleh seluruh muslimin untuk doa menuju masjid dan doa safar.
Tujuh Imam Muhaddits meriwayatkan hadits ini, bahwa Rasul saw berdoa dengan Tawassul kepada orang-orang yang berdoa kepada Allah, lalu kepada orang-orang yang bersemangat kepada keridhoan Allah, dan barulah bertawassul kepada Amal shalih beliau saw (demi langkah2ku ini kepada keridhoan Mu).
Siapakah Muhaddits?, Muhaddits adalah seorang ahli hadits yang sudah hafal 10.000 (sepuluh ribu) hadits beserta hukum sanad dan hukum matannya, betapa jenius dan briliannya mereka ini dan betapa Luasnya pemahaman mereka tentang hadist Rasul saw, sedangkan satu hadits pendek, bisa menjadi dua halaman bila disertai hukum sanad dan hukum matannya. Lalu hadits diatas diriwayatkan oleh tujuh Muhaddits.., apakah kiranya kita masih memilih pendapat madzhab sesat yang baru muncul di abad ke 20 ini, dengan ucapan orang-orang yang dianggap muhaddits padahal tak satupun dari mereka mencapai kategori Muhaddits , dan kategori ulama atau apalagi Imam Madzhab, mereka bukanlah pencaci, apalagi memusyrikkan orang-orang yang beramal dengan landasan hadits shahih.

Masih banyak hadits lain yang menjadi dalil tawassul adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits yang dikeluarkan oleh Abu Nu'aim, Thabrani dan Ibn Hibban dalam shahihnya, bahwa ketika wafatnya Fathimah binti Asad (Bunda dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw, dalam hadits itu disebutkan Rasul saw rebah/bersandar dikuburnya dan berdoa : Allah Yang Menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Hidup tak akan mati, ampunilah dosa Ibuku Fathimah binti Asad, dan bimbinglah hujjah nya (pertanyaan di kubur), dan luaskanlah atasnya kuburnya, Demi Nabi Mu dan Demi para Nabi sebelum Mu, Sungguh Engkau Maha Pengasih dari semua pemilik sifat kasih sayang.", jelas sudah dengan hadits ini pula bahwa Rasul saw bertawassul di kubur, kepada para Nabi yang telah wafat, untuk mendoakan Bibi beliau saw (Istri Abu Thalib).
Demikian pula tawassul Sayyidina Umar bin Khattab ra. Beliau berdoa meminta hujan kepada Allah : Wahai Allah.. kami telah bertawassul dengan Nabi kami (saw) dan Engkau beri kami hujan, maka kini kami bertawassul dengan Paman beliau (saw) yang melihat beliau (saw), maka turunkanlah hujan..?. maka hujanpun turun. (Shahih Bukhari hadits no.963 dan hadits yang sama pada Shahih Bukhari hadits no.3508).
Umar bin Khattab ra melakukannya, para sahabat tak menentangnya, demikian pula para Imam-Imam besar itu tak satupun mengharamkannya, apalagi mengatakan musyrik bagi yang mengamalkannya, hanyalah pendapat sekte sesat ini yang memusyrikkan orang yang bertawassul, padahal Rasul saw sendiri berrtawassul. Apakah mereka memusyrikkan Rasul saw?, dan Sayyidina Umar bin Khattab ra bertawassul, apakah mereka memusyrikkan Umar ?, Naudzubillah dari pemahaman sesat ini.
Mengenai pendapat sebagian dari mereka yang mengatakan bahwa tawassul hanya boleh pada orang yang masih hidup, maka entah darimana pula mereka mengarang persyaratan tawassul itu, dan mereka mengatakan bahwa orang yang sudah mati tak akan dapat memberi manfaat lagi.., pendapat yang jelas-jelas datang dari pemahaman yang sangat dangkal, dan pemikiran yang sangat buta terhadap kesucian tauhid..
Jelas dan tanpa syak bahwa tak ada satu makhlukpun dapat memberi manfaat dan mudharrat terkecuali dengan izin Allah, lalu mereka mengatakan bahwa makhluk hidup bisa memberi manfaat, dan yang mati mustahil?, lalu dimana kesucian tauhid dalam keimanan mereka? Tak ada perbedaan dari yang hidup dan yang mati dalam memberi manfaat kecuali dengan izin Allah.., yang hidup tak akan mampu berbuat terkecuali dengan izin Allah, dan yang mati pun bukan mustahil memberi manfaat bila dikehendaki Allah. karena penafian kekuasaan Allah atas orang yang mati adalah kekufuran yang jelas.
Ketahuilah bahwa tawassul bukanlah meminta kekuatan orang mati atau yang hidup, tetapi berperantara kepada keshalihan seseorang, atau kedekatan derajatnya kepada Allah swt, sesekali bukanlah manfaat dari manusia, tetapi dari Allah, yang telah memilih orang tersebut hingga ia menjadi shalih, hidup atau mati tak membedakan Kudrat ilahi atau membatasi kemampuan Allah, karena ketakwaan mereka dan kedekatan mereka kepada Allah tetap abadi walau mereka telah wafat.
Contoh lebih mudah, anda ingin melamar pekerjaan, atau mengemis, lalu anda mendatangi seorang saudagar kaya, dan kebetulan mendiang tetangga anda yang telah wafat adalah abdi setianya yang selalu dipuji oleh si saudagar, lalu anda saat melamar pekerjaan atau mungkin mengemis pada saudagar itu, anda berkata : "Berilah saya tuan.. (atau) terimalah lamaran saya tuan, saya mohon.. saya adalah tetangga dekat fulan, nah.. bukankah ini mengambil manfaat dari orang yang telah mati?, bagaimana dengan pandangan bodoh yang mengatakan orang mati tak bisa memberi manfaat??, jelas-jelas saudagar akan sangat menghormati atau menerima lamaran pekerjaan anda, atau memberi anda uang lebih, karena anda menyebut nama orang yang ia cintai, walau sudah wafat, tapi kecintaan si saudagar akan terus selama saudagar itu masih hidup?, pun seandainya ia tak memberi, namun harapan untuk dikabulkan akan lebih besar, lalu bagaimana dengan Arrahmaan Arrhiim, Yang Maha Pemurah dan Maha Menyantuni?? dan tetangga anda yang telah wafat tak bangkit dari kubur dan tak tahu menahu tentang lamaran anda pada si saudagar, NAMUN ANDA MENDAPAT MANFAAT BESAR DARI ORANG YANG TELAH WAFAT.
aduh...aduh... entah apa yang membuat pemikiran mereka sempit hingga tak mampu mengambil permisalan mudah seperti ini. Firman Allah : "MEREKA ITU TULI, BISU DAN BUTA DAN TAK MAU KEMBALI PADA KEBENARAN" (QS Albaqarah-18). Wahai Allah beri hidayah pada kaumku, sungguh mereka tak mengetahui.
Wassalam.

Download Qasidah Al-Muhibin

  • MH-Majelis Al Muhibbin-Allahu Allahu Laa Ilaaha Illalloh



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Asroqol 



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Assalamualaika Zainal Anbiya



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Khoirol Bariyah ( Versi Indonesia )



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Mahlul Qiyam




  • MH-Majelis Al Muhibbin-Nurul Musthofa



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Sholatun



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Ya Robbi Sholi Ala Muhammad



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Yaa Hanana.



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Yaa la Qolbin.



  • MH-Majelis Al Muhibbin-Yaa Robbi Sholi Ala Muhammad




  • MH-Majelis Al Muhibbin-Yaa Toyyibah
  • Download Qasidah Majelis Rasulullah SAW

    1. MR-Al Habib Munzir Al Mussawa - Tausiyah Di Majlis Al Afaf.mp3 klik disini
    2. MR-Habib Munzir Al Musawa - Asmaul Husna.mp3 klik disini
    3. MR-Alaina.mp3 klik disini
    4. MR-Allah Lamadana klik disini
    5. MR- Allahu Rabbi ( New ) klik disini
    6. MR-allahu rabbi.mp3 klik disini
    7. MR-Allahu Robbi ( New ) klik disini
    8. MR- Allahumma Sholli ( New ) klik disini
    9. MR-Assaalamu'alaik klik disini
    10. MR-Assalamu'alaik ( New Version ) klik disini
    11. MR-Assalamu'alaik 1 ( New Version ) klik disini
    12. MR-Assalamu'alaik 2 ( New Version ) klik disini
    13. MR- Fii Hawa klik disini
    14. MR-Hatiy Lii.mp3 klik disini
    15. MR-Huwannur ( Burdah ) klik disini
    16. MR-huwannur ( new full version ).mp3 klik disini
    17. MR-Huwannur klik disini
    18. MR-Liqod Bihi Waliqo ( New ) klik disini
    19. MR-Mahalul Qiyam.mp3 klik disini
    20. MR-Maulayasoli ( New Version ).mp3 klik disini
    21. MR-Muhammadun & Yaartah Qalby ( New ) klik disini
    22. MR-Muhammadun klik disini
    23. MR-Mushohabturrijal ( New ) klik disini
    24. MR-Nasyim klik disini
    25. MR-Qara'na Fii Dhuha.mp3 klik disini
    26. MR-Robbahu Bidzikri.mp3 klik disini
    27. MR-Shalatullahi dzil Karomi klik disini
    28. MR-Shalawat Badar ( New ) klik disini
    29. MR-shalawat badar.mp3 klik disini
    30. MR-sholatullahi tagsyakum.mp3 klik disini
    31. MR-SholatuTaghsya klik disini
    32. MR-Sholawat Badar klik disini
    33. MR-Shollu Ala Nuriy Ahmad 3 klik disini
    34. MR-Shollu Ala Nuriy Ahmad 6 klik disini
    35. MR-Shollu Ala Nuriy Ahmad 7 klik disini
    36. MR-Shollu Ala Nuriy Ahmad klik disini
    37. MR-Sofadli klik disini
    38. MR-Thola'al Badru Alaina ( New ) klik disini
    39. MR-Waqtu Sahar klik disini
    40. MR-Waqtu Syahar klik disini
    41. MR-Waqtus Syahar klik disini
    42. MR-Ya Ahla Baitinnabi ( New ) klik disini
    43. MR-Ya Rasulullah Salamun 'alaik ( New Version ) klik disini
    44. MR-Ya Rasulullah.mp3 klik disini
    45. MR-Ya Sayyidi klik disini
    46. MR-Yaa Abazzahro klik disini
    47. MR-Yaa Arhama Rahimin ( New ) klik disini
    48. MR-Yaa Arhamarohimin 1 ( New ).mp3 klik disini
    49. MR-Yaa Dzakirin klik disini
    50. MR-Yaa Habibi klik disini
    51. MR-Yaa Imamarusli klik disini
    52. MR-Yaa Nabi Yammil Qidam klik disini
    53. MR-Yaa Rabbama klik disini
    54. MR-Yaa Rabbamakatawashofah klik disini
    55. MR-Yaa Rasulullah & Yaa Sayyidi.mp3 klik disini
    56. MR-Yaa Zakirin Nabi klik disini
    57. MR-Yaartah Qalby ( New Full Version ) klik disini
    58. MR-Yaartah Qolby.mp3 klik disini

    Download Qasidah Majelis Nurul Mustofa

    1. NM-Yaa Rabbibil Musthofa (New Version) klik disini
    2. NM-Ala Ya AllaH Binadzroh klik disini
    3. NM-Alfasholallah(New Version) klik disini
    4. NM-Allah Allah Yaa Allah(New Version) Klik disini
    5. NM-Allah Wasolatuala ahmad(New Version) klik disini
    6. NM-Tawassul klik disini
    7. NM-Waktu Sahar (Ver Teks Indo) klik disini
    8. NM-Aqidatul awam(New) klik disini
    9. NM-Assalamu 'alaik(New Version) klik disini
    10. NM-Khoirol Bariyah (Ver teks Indo)klik disini
    11. NM-Nabiyil Huda (New) klik disini
    12. NM-Muhammadun Yaa Rasulullah klik disini
    13. NM-Robbi Sholli Daiman klik disini
    14. NM-Syirillah Syamsyi syumusi (new) klik disini
    15. NM-Syirillah Syirillah Ya habibana Ali (new) klik disini
    16. NM-Sholatullah Salamullah (NEW) klik disini
    17. NM-Yahanana (new) klik disini
    18. NM-Yaa Allah Biha (Ver teks Indo) klik disini
    19. NM.Yahanana (Nada baru) New  klik disini
    20. NM-Yaa Tarim (New) klik disini
    21. NM- Assolatu Alaa Nabi klik disini
    22. NM-majlis nurul musthofa & allah allah yaa allah klik disini
    23. NM-Muhammadun Asyrofu klik disini
    24. NM-sholatun & yaa hanana  klik disini
    25. NM-Sholu Alaa Nurilladzi klik disini
    26. NM-Yaa Rasulullah Salamun Alaik klik disini
    27. NM-yaa rasulullah salamunalaik klik disini
    28. NM- Yaa Robbi Sholli ala Muhammad ( New Version ) klik disini
    29. NM-Yaa Sayyidi 1 klik disini
    30. NM-Yaa Toyyibah ( New ) klik disini
    31. NM- Ahmad Ya Habibi klik disini
    32. NM-ala yaa allah binadzroh klik disini
    33. NM-Alfasholallah klik disini
    34. NM-Allah Allah Yaa Allah ( New Version ) klik disini
    35. NM-Allah Allah Yaa Allah Wa'Sholatualaman ( New ) klik disini
    36. NM-allah allah yaa allah klik disini
    37. NM-Allah Hayy Allahu klik disini
    38. NM-Allah Igfir Liman Qod `Asya 1 klik disini
    39. NM-Allah Wasolatuala Ahmad ( New ) klik disini
    40. NM-Allaharju ( New ) klik disini
    41. NM-Allahumma Shollia 'ala Muhammad klik disini
    42. NM-Anabiy Sholu Alaik & Nabiyal Huda klik disini
    43. NM-Antumtuko ( New ) klik disini
    44. NM-Aqidatul Awam ( New ) klik disini
    45. NM-Aqidatul Awam klik disini
    46. NM-Asolatu ala Nabi klik disini
    47. NM-Assalamu'alaik klik disini
    48. NM-Assalamu'alik ( New Version ) klik disini
    49. NM-Assalamualaika Zainal Anbiya klik disini
    50. NM-busyro lana klik disini 
    51. NM-Dalail Khairat klik disini
    52. NM-Doa Akhir Majlis 1 klik disini
    53. NM-Farobbunal Maula ( New ) klik disini
    54. NM-happy birthday to you klik disini
    55. NM-Huwannur & Allah Igfir Liman Qod 'Asya klik disini
    56. NM-Huwannur ( New ) klik disini
    57. NM-Huwannur klik disini
    58. NM-Ilahi Bijahiambiya Wal Malaikah klik disini
    59. NM-Isyfa' Lana Ya Rasulullah klik disini
    60. NM-Khairal Bariyah ( New Version ) klik disini
    61. NM-Khobbiri ( New ) klik disini
    62. NM-Khoirol Bariyah ( New ) klik disini
    63. NM-Khoirol Bariyah ( New Version Indonesia ) klik disini
    64. NM-Khorulbariyah klik disini
    65. NM- Lailahailallah klik disini
    66. NM-lailahaillah & yaa hanana klik disini
    67. NM-majlis nurul musthofa & allah allah yaa allah klik disini
    68. NM-Malana Maulansiwallah klik disini
    69. NM-maula yaa sholi wasalim da'iman ( new ) klik disini
    70. NM-ratib al attos klik disini
    71. NM-Sambutan Bang Madid klik disini
    72. NM-sholatullah salamullah 1 ( new version ) klik disini
    73. NM-Sholatullohi klik disini
    74. NM-Sholatun & Yaa Hanana 3 klik disini
    75. NM-Sholatun 1 ( New ) klik disini
    76. NM-Syirilah Syirilah Yaa Habibana Ali (New ) klik disini
    77. NM-Syirilah Syirilah Yaa Habibana Ali 1 ( New ) klik disini
    78. NM-Syirillah Syirillah Yaa Habibana Alwi 3 klik disini
    79. NM-Welcome for Habibana Hasan bin Jafar Assegaf klik disini
    80. NM- Yaa Abana Seggaf  klik disini
    81. NM-yaa allah yaa subhani klik disini
    82. NM-yaa badrotim klik disini
    83. NM-yaa dzaldzalali wal'ikrom klik disini
    84. NM-yaa fattah klik disini
    85. NM-Yaa Hanana klik disini
    86. NM-yaa imamar rusli ( new version ) klik disini
    87. NM-yaa imamarusli klik disini
    88. NM-yaa nabi nal hadi klik disini
    89. NM-yaa rabbibil musthofa ( new version ) klik disini
    90. NM-Yaa Rasulullah Salamun'alaik klik disini
    91. NM-Yaa Rasulullah klik disini
    92. NM-Yaa Robb Yaa A'limal Hal ( New ) klik disini
    93. NM-yaa robbama klik disini
    94. NM-Yaa Robbi Sholi Ala Muhammad & Assalamu'alaik klik disini
    95. NM-Yaa Robbi Sholi Ala Muhammad ( Muqoddimah Simtudduror ) klik disini
    96. NM-Yaa Robbi Sholi Ala Muhammad ( New ) klik disini
    97. NM-Yaa Robbi Sholli 'alal Mukhtar Thaha Rasul klik disini
    98. NM-yaa robbibil musthofa ( new version ) klik disini
    99. NM-Yaa Robibil Musthofa klik disini
    100. NM-yaa sayyidar rusli klik disini
    101. NM-Yaa Sayyidas Sadati klik disini
    102. NM-Yaa Sayyidi 1 klik disini
    103. NM-Yaa Sayyidi Yaa Rasulullah ( New ) klik disini
    104. NM-Yaa Thoibah ( new ) klik disini
    105. NM-Yaa Toyyibah ( New ) klik disini
    106. NM-ala yaa allah ala yaa allah habibi yaa rasulullah klik disini
    107. NM-allah igfir liman qod `asya klik disini
    108. NM-allah ighfir liman qod'asya & alfasolallah & allah hayy allahu & sholatun klik disini
    109. NM-allaharju ( new ).mp3 klik disini
    110. NM-Allahu Allahu Khoiril Bariyyah klik disini
    111. NM-Allahu Allahu Yaa Allahu klik disini
    112. NM-alllah allah yaa allah lana bil qobul klik disini
    113. NM-anabiy sholu alaik klik disini
    114. NM-Anta Nuskhotul 1 klik disini
    115. NM-da`uni klik disini
    116. NM-huwannur 1 klik disini
    117. NM- I`rifil Haqqo 1 klik disini
    118. NM-ibadallah klik disini
    119. NM-Khobbiri ( New ) klik disini
    120. NM-Lisani Bihamdillah & Sholu Ala Nurilladzi klik disini
    121. NM-maula yaa sholi wasalim da'iman ( new ) klik disini
    122. NM-maula yaa sholi wasalim da`iman klik disini
    123. NM-nurul musthofa 1 klik disini
    124. NM-qod tamammallah maqo sidna ( new version ) klik disini
    125. NM-qul yaa `adzim 4 klik disini
    126. NM-sholatullahi tagsyakum klik disini
    127. NM-sholu ala nurilladzi 1 klik disini
    128. NM-Sholu Ala Nurilladzi Al Musthofa & Yaa Tarim & Yaa Qolbi klik disini
    129. NM-sidanan nabi 1 klik disini
    130. NM-Syirillah Yaa Ramadhan ( New Version Indonesia ) klik disini
    131. NM-Tawassul ( New )  klik disini
    132. NM-wani `mal wali waliha  klik disini
    133. NM-Yaa Habibana Abdurrahman Assegaf 1  klik disini
    134. NM-yaa habibi yaa muhammad  klik disini
    135. NM- yaa hanana & sholatun  klik disini
    136. NM-Yaa Hanana ( New Version ) & Allah Ighfir Liman Qod `Asya  klik disini
    137. NM- yaa qolbi  klik disini
    138. NM-yaa rabbibil musthofa ( new version )  klik disini
    139. NM-Yaa Robbana Yaa Jawwad & Yaa Hadi Sir Waidan(New) klik disini
    140. NM-Yaa Robbana Yaa Jawwad klik disini
    141. NM-Yaa Robbi Sholli 'Ala Muhammad & Assalamu'alaik & Yaa Rasulullah Yaa Nabi & Ala Yaa Allah Ala Yaa Allah Habibi Yaa Rasulullah klik disini
    142. NM-yaa robbi sholli 'ala muhammad & yaa rasulullah salamun'alaik & yaa laqolbin klik disini
    143. NM-yaa robbi sholli 'alal mukhtar thaha rasul klik disini
    144. NM-Yaa Sayyidi & Mahlul Qiyam & Yaa Hanana & Sholatun klik disini
    145. NM-yaa tawwab tub `alaina klik disini
    146. NM-yaa thoiybah & innafil jannati klik disini
    147. NM-zahrona syamsul jama`ni klik disini
    148. NM-allah allah nurul musthofa (NM4) klik disini
    149. NM-assalamualaik (NM4klik disini
    150. NM- ya rabbi shali ala muhammad (NM4klik disini
    151. NM-Laa Ilaaha Illalloh (NEW) klik disini
    152. NM-Yaa Dzal Jalaali Wal Ikram ( New Version Indonesia ) klik disini
    153. NM-Marhaban Yaa Ramadhan & Subhanallah Walhamdulillah Wala`ilaha Illah Wallahu Akbar (New) klik disini
    154. NM-Da`Uunnii (New)klik disini 
    155. NM-Khoirol Bariyyah ( Akustik ) New klik disini
    156. NM-Assolatu Alaa Nabi (New) klik disini
    157. NM-Muqoddimah (New) klik disini
    158. NM-Yaa Robbibil Musthofa (New) klik disini
    159. NM-Takbiran (New) klik disini
    160. NM-Renungan malam Idul Fitri(Newklik disini
    161. NM-Ceramah Habib Abdulloh bin ja'far Assegaf & Ustd Muhyiddin (New 12 Nov 2011) klik disini
    162. NM-Ya Abazzahro (New) klik disini
    163. NM-Isyfa' Lana Ya Rasulullah (New) klik disini 
    164. NM-Maula Yaa Sholi Wasalim (New) klik disini
    165. NM-ibadallah New (New) klik disini
    166. NM-Sholollohu Ala Sayyidina Muhammad klik disini